Select Page
5 Tips Memilih Sekolah Usia Dini (Playgroup atau TK) yang Baik

5 Tips Memilih Sekolah Usia Dini (Playgroup atau TK) yang Baik

Memilih sekolah untuk sang buah hati memang gampang karena saat ini relatif banyak bermunculan sekolah (PAUD) di sekitar kita terutama di kota-kota besar. Namun demikian saking banyaknya pilihan membuat orangtua malah menjadi bingung di mana sebaiknya menyekolahkan anaknya dengan tepat.

  1. Sarana dan Prasarana Sekolah

Sebaiknya sekolah untuk anak usia dini berbentuk rumah, bukan gedung sekolah seperti SD, SMP SMA apalagi gedung kampus universitas. Dengan bentuk sekolah yang homey, anak anak merasa nyaman seperti ada di rumah sendiri. Pilih sekolah usia dini yang suasana ruangannya semirip mungkin dengan rumah. Pastikan fasilitas memperhatikan aspek keamanan, misalnya ada alat pemadam kebakaran, besar jeruji tangga dan letak rak buku yang sesuai. Rasio guru dan anak juga penting, di usia dini pastikan jumlah anak dalam kelas juga tidak terlalu banyak

2. Budaya Sekolah

Pilih sekolah yang baik anak maupun orangtua merasa nyaman dalam suasana kelas maupun di luar kelas. Referensi dari orangtua lain yang sudah menjadi bagian dari komunitas seringkali menjadi sumber informasi berarti. Dari referensi ini kita  akan tahu minimal Apakah sekolah memperhatikan aspek kesehatan (misalnya membiasakan makanan sehat), apakah interaksi antar guru terlihat hangat, anak-anak di usia dini banyak tertawa dan tidak tertekan, semua hal ini bisa digali informasinya.

3. Kurikulum Sekolah

Aspek terpenting yang dibiasakan di usia dini adalah kesiapan belajar. Stimulasi berkait bahasa dan literasi, seperti kebiasaan bercerita, membacakan dan mempercakapkan buku adalah bagian yang esensial dari belajar di usia ini. Selain itu anak perlu dibiasakan dengan rutinitas dan kesepakatan – termasuk mandiri dalam berbagai tugas sehari-hari, berbagi perhatian dan barang dengan orang lain, interaksi dengan berbagai usia (sebaya, lebih kecil dan lebih tua).

4. Kebutuhan Anak

Setiap anak punya sifat bawaan, yang akan mempengaruhi stimulasi yang dibutuhkan. Misalnya ada anak yang tingkat aktivitasnya tinggi sehingga butuh banyak kegiatan bergerak, ada yang lebih sulit beradaptasi sehingga butuh transisi lebih lama saat perpisahan, ada yang lebih mudah terdistraksi sehingga butuh latihan dini untuk konsentrasi.

Pilih sekolah yang programnya sesuai dengan tahapan perkembangan anak, tidak hanya menstimulasi satu aspek, misalnya hanya motorik saja atau hanya emosi saja. Tetapi pastikan juga sekolah memahami kebutuhan anak yang unik dan kesiapannya yang mungkin berbeda dengan teman sebaya.

5. Kebutuhan Orangtua

Salah satu yang paling dibutuhkan orangtua di usia dini adalah dukungan dari lingkungan dan teman sesama orangtua untuk berbagi cerita.

Pilih sekolah yang memfasilitasi proses belajar antar orangtua dan memberi panduan orangtua untuk mempraktikkan apa yang dilakukan di rumah.

Sumber: Najeela Shihab – 9 SALAH KAPRAH TENTANG SEKOLAH USIA DINI

Salah satu sekolah anak usia dini di Bandung yang bisa dijadikan pertimbangan untuk dipilih adalah Sekolah Lare Alit. Sekolah ini memiliki sejumlah kriteria yang memenuhi kriteria di atas.  Sekolah yang terletak di Jl Terusan Jakarta No 214 Antapani ini juga bisa dibilang cukup mudah dicapai karena lokasinya di pusat perumahan di kota Bandung.


Metode pengajarannya menggunakan kurikulum berbasis sentra (BCCT – Beyond Centers and Circle Times) yang dengan baik menstimulasi murid-murid sesuai dengan perkembangannya. Terbukti para “lulusannya” yang sudah sangat siap untuk masuk Sekolah Dasar. Berdasarkan cerita dari para orangtua murid yang pernah memasukkan anaknya di Sekolah Lare Alit, anak-anaknya waktu masuk Sekolah Dasar tidak memiliki hambatan yang berarti untuk penyesuaiannya.

Untuk info lebih lanjut mengenai Sekolah Lare Alit, silakan kunjungi www.larealit.com atau WA di 0858 9024 4000.

Sekolah Lare Alit

Sekolah Lare Alit

Sejak berdiri sejak 2013, per akhir November 2017 Sekolah Lare Alit kini mengalami pembenahan. Perubahan ini dilakukan untuk penyegaran dan memenuhi perkembangan kebutuhan pendidikan yang terus mengalami perbaikan.

Perubahan pertama yaitu di sektor Sumber Daya Manusia. Setelah sebelumnya dipimpin oleh ibu Yulia Djuhana, M.Pd kini Sekolah Lare Alit memiliki kepala sekolah yang baru yaitu Ibu Reni Supartini, S.Pd. Ibu Reni sebenarnya sudah tidak asing lagi di Lare Alit karena sebelumnya pernah mengajar saat awal berdirinya Sekolah Lare Alit. Dengan pengalamannya mengajar di Lare Alit dan di beberapa TK lain serta pernah membuka PAUD sendiri tentu membuatnya mumpuni di dunia pendidikan anak usia dini. Ibu Reni juga aktif di kegiatan HIMPAUDI Bandung.

Selain kepala sekolah, Lare Alit juga melakukan pembenahan di sektor guru yaitu dengan merekrut guru-guru yang memiliki kompetensi di bidangnya yaitu guru dengan latar belakang pendidikan sarjana PAUD.Tak hanya hard skill dan soft skill, kami juga memilih guru yang memiliki kepribadian yang menunjang pekerjaannya sebagai guru profesional.

Tak hanya perbaikan di bidang SDM, sektor kurikulum semakin dimatangkan. Dengan tetap menggunakan metode sentra sebagai kurikulumnya, Sekolah Lare Alit mencoba mengaplikasikan hal-hal baru terutama di sentra Imtak dan Persiapan agar murid-murid semakin baik lagi perkembangannya.

Untuk progam penitipan anak (daycare) juga mengalami pembenahan. Jam penjemputan yang tadinya hanya sampai pukul 16.00 WIB kini diubah menjadi sampai dengan pukul 17.30 WIB menyesuaikan jam waktu pulang kantor orangtua yang bekerja. Ruang tidur juga dilakukan penyegaran dengan perubahan warna yang menarik sesuai dengan anak-anak.

Tak lupa kami pasang beberapa CCTV di beberapa sudut sekolah yang aksesnya juga diberikan kepada orangtua murid sehingga mereka bisa memantau kegiatan anak-anaknya selama di sekolah dari pagi hingga sore.

Pembenahan ini tentunya merupakan komitmen kami untuk memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia dan ini merupakan program yang kami lakukan secara terus-menerus sesuai dengan perkembangan zaman.

Untuk update info terbaru bisa follow social media kami di twitter @SekolahLareAlit, facebook SekolahLareAlit dan instagram @SekolahLareAlit.

Berminat untuk menitipkan anaknya ke Sekolah Lare Alit atau di daycare-nya? Silakan hubungi email di info@larealit.com atau melalui aplikasi whatsapp di 0858-9024-4000.

Tes Sidik Jari STIFIN – (Bagian 1)

Tes Sidik Jari STIFIN – (Bagian 1)

Dulu saya pernah mendengar yang namanya Tes Sidik Jari STIFIN. Tapi terus terang saya waktu itu tidak mengerti apa manfaatnya dan bagaimana cara kerjanya.

Setahun lalu (2016) kebetulan istri saya ikut tes sidik jari ini karena kebetulan ada seorang kawannya yang bergiat di STIFIn yaitu Teh Esa Puspita. Berdasarkan hasil tes tersebut istri saya termasuk orang bertipe Intuiting introvert (Ii). Penasaran, saya pun ikut tes sidik jari STIFIN ini.

Cara mengetesnya cukup mudah. Kita hanya melakukan pemindaian (scanning) pada seluruh sidik jari tangan kita pada sebuah alat pemindai (scanner). Alat pemindai itu terhubung dengan sebuah program di komputer/laptop dan tidak berapa lama langsung diketahui hasilnya. Prosesnya tidak lebih dari 5 menit saja.

http://aksesoris-stifin.blogspot.co.id/

pemindai sidik jari

Dari hasil tes, saya mendapati bahwa saya termasuk golongan orang Ti alias Thinking Introvert.

Saya kira tes ini cukup luar biasa keakuratannya. Hasil tes ini relatif sama dengan hasil-hasil tes psikologi yang pernah saya ikuti sebelumnya sejak dari sekolah dulu. Bahkan tes STIFIN ini memberikan data lebih lengkap.

Tes sidik jari STIFIN ini memberikan gambaran mengenai diri kita, di antaranya yaitu profesi/pekerjaan terbaik untuk kita, pilihan sekolah/kuliah yang sesuai dengan minat dan kemampuan, gaya belajar yang cocok, kelebihan dan kekurangan, apakah kita menggunakan otak kiri atau kanan, bahkan fisiologi tubuh kita pun dibahas di tes STIFIN ini.

Sebagai contoh akan saya berikan sekilas gambaran mengenai tipe Thinking introvert (Ti), yang dinukil dari buku Penjelasan Hasil Tes STIFIN:

a. Sistem Operasi Otak 

Orang dengan tipe kecerdasan Ti memiliki kepribadian berdasarkan kecerdasan logika yang proses kerjanya dikemudikan dari dalam dirinya menuju ke luar dirinya (introvert). Sistem operasi orang Ti berada di otak sebelah kiri. Lapisan otak sebelah kiri atas lebih tebal dibanding bagian otak lainnya, sehingga kerapatan sel-sel otak di bagian ini menjadi mesin operasi cara bekerja otaknya.

b. Tipologi Fisik

Orang Ti memiliki tulang besar ukuran badan volumenya lebih kecil dibanding tipe lainnya. Dengan volume badan yang kecil/ringan dan tulang yang kuat, seharusnya orang Ti mudah pergi ke mana-mana. Tapi karena energinya dihabiskan oleh otak maka mengakibatkan mereka malas bergerak.

c. Cara belajar

Pada umumnya orang tipe Ti tidak memiliki masalah dalam hal belajar. Secara lahiriah orang Ti sudah terbiasa menggunakan nalarnya untuk mendapatkan logika dari isi dari intisari bacaannya. Orang tipe Ti pada dasarnya suka berpikir, baik diminta maupun tidak. Ini menyebabkan orang Ti menjadi orang yang paling lahap membaca buku sekaligus orang yang penguasaanya paling tinggi di pelajaran.

d. Pilihan Sekolah/Profesi

Orang tipe Ti sebaiknya diarahkan pada salah satu pilihan industri ini yaitu riset dan teknologi, informasi teknologi, pertambangan, kosntruksi, kesehatan dan garmen. Kata kunci yang dapat dipertimbangkan bagi tipe Ti dalam memilih jurusan atau profes yaitu: menalar, tulang, mandiri dan mendalam. Maksudnya yaitu jurusan/profesi yang dipilih nanti didominasi unsur yang membutuhkan daya nalar, bisa juga profesi yang menggunakan mengandalkan tulang dalam arti sebenarnya (misal atlet balap sepeda, taekwondo, dll, memanfaatkan kemandiriannya dalam bekerja, serta bidang-bidang yang memerlukan spesialisasi dalam bekerja misalnya insinyur atau teknokrat.

http://cerdasbrain.blogspot.co.id

Data di atas merupakan sebagian dari gambaran seperti apa orang dengan tipe Thinking introvert. Masih ada tipe-tipe lain yang memiliki hasil yang berbeda.

Kata STIFIN diambil dari nama lima ragam kecerdasan yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Ditemukan oleh Farid Poniman, tes kecerdasan ini saya kira sangat membantu kita dalam menemukan jati diri kita sebenarnya.

Arief