Select Page
Tes STIFIn Bandung

Tes STIFIn Bandung

Kamu mau cari tempat untuk tes STIFIn Bandung? Sebelumnya kamu yang pernah dengar tentang tes sidik jari STIFIn tentu tahu apa singkatannya. Ya benar, STIFIn singkatan dari 5 Mesin Kecerdasan (MK) yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting.

Sensing, berarti dominan otak kiri bagian bawah. Thinking, mewakili otak kiri bagian atas. Intuiting si otak kanan bagian atas. Feeling yang punya dominasi otak kanan bagian bawah. Terakhir Insting yang serba bisa, mewakili kaumnya yang dominasi otak tengah.

Bagi yang ingin tes STIFIn bisa menghubungi promotor STIFIn yang resmi terdaftar. Promotor STIFIn ialah orang yang bisa dan berhak melakukan tes STIFIn secara resmi. Promotor ini sudah mengikuti beberapa workshop yang diadakan oleh pusat.

Tes STIFIn saat ini menggunakan aplikasi berbasis Windows dan menggunakan finger print scanner untuk mengambil data seluruh sidik jari untuk diolah lebih lanjut pada server.

Bagi kalian yang ada di wilayah Bandung sudah banyak promotor STIFIn yang bisa melakukan tes. Silakan hubungi saya untuk informasi lebih lanjut 🙂

SEJARAH SINGKAT METODE SENTRA DI INDONESIA

SEJARAH SINGKAT METODE SENTRA DI INDONESIA

Metode Sentra di Indonesia pada awalnya diinisiasi oleh Sekolah Al-Falah yang ada di Ciracas, Jakarta Timur. Sekolah yang berdiri sejak tahun 1996 ini adalah yang pertama kali mengadopsi metode sentra dari negara asalnya yaitu Amerika Serikat.

Metode sentra merupakan istilah bahasa Indonesia dari BCCT (Beyond Centers and Circle Time) yang digagas oleh Pamela C Phelps, Ph.D dari Amerika Serikat. Pada awalnya disebut “senling” singkatan dari sentra dan lingkaran tapi kemudian lebih akrab disebut dengan sentra atau metode sentra.

Adalah drg. Wismiarti sebagai pendiri Sekolah Al-Falah awalnya mencoba melakukan studi banding mengenai pendidikan ke beberapa sekolah di berbagai negara seperti Australia, Eropa dan Amerika Serikat. Ketika beliau sampai di sebuah sekolah bernama Creative School yang berada di Tallahassee, Florida, Amerika Serikat, Wismiarti sangat tertarik dengan metode yang diajarkan di sekolah itu.

Ketertarikannya dengan metode di sekolah itu diajarkan nilai-nilai mulia dan luhur sebagaimana yang diajarkan oleh Al-Quran di antaranya hormat, rajin, tanggung jawab, jujur disiplin dan lain-lain. Hal-hal positif itu dibangun melalui program harian atau daily activities yang dilakukan oleh para guru dan murid di Creative School.

Untuk mengejawantahkan ketertarikannya, Wismiarti kemudian mengirim enam orang guru dari Sekolah Al-Falah untuk mengikuti pelatihan di Creative School tersebut. Awalnya tahun 1996 dikirim tiga orang ke Amerika Serikat, mereka adalah: Siti Khadijah, Tjutju Herawati dan Nibras OR Salim. Kemudian tahun 1997 dikirim lagi tiga orang guru yaitu: Martini Saleh, Betty Sumartini dan Budhi Priatni.

Kemudian Pamela Phelps, PhD selaku pemilik Creative School sekaligus pengagas metode sentra mengirimkan salah seorang staffnya ke Indonesia untuk membantu mendirikan sekolah Al-Falah. Dengan membawa banyak buku sebagai bahan rujukan, selama setahun berikutnya enam orang guru beserta seorang staff dari Creative School tersebut menggodok kurikulum dan praktik langsung dengan empat orang murid yang adalah anak-anak dari para guru tersebut.

Setelah uji coba dengan penuh kehati-hatian dirasa cukup berhasil maka Sekolah Al-Falah kemudian membuka kelas untuk umum.

Saat melakukan kunjungan ke Sekolah Al-Falah, Dr. Fasli Jalal, PhD yang pada tahun 1998 menjabat sebagai Staf ahli menteri di Departemen Pendidikan Nasional menyatakan tertarik dengan metode sentra yang diterapkan di Sekolah Al-Falah. Pada tahun 2000, Pamela Phelps yang sudah menjadi konsultan di Sekolah Al-Falah pun diajak menjadi konsultan di Departemen Pendidikan Nasional dalam rangka memasyarakatkan model BCCT (Beyond Centers and Circle Time) di Indonesia.

Kemudian tahun 2002 Direktorat pusat PAUD menggandeng Sekolah Al-Falah untuk menerjemahkan bahan materi BCCT. Nadine Hoover (konsultan), Wismiarti, dan dua orang staff dari Sekolah Al-Falah bekerja sama selama setahun menerjemahkan bahan dan saling transfer ilmu untuk membuat materi yang akan dijadikan sebagai bahan pelatihan tentang penerapan metode sentra.

Tahun 2004 Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan sekolah Al-Falah menyelenggarakan pelatihan instruktur (Training of Trainers) dalam rangka penyebaran metode sentra ke seluruh Indonesia. Pamela Phelps, PhD memberikan secara langsung pelatihan kepada 50 orang peserta. Dari peserta tersebut, terpilih 20 orang yang menjadi trainer untuk menyebarkan sistem/metode sentra ini ke seluruh Indonesia.

Demikian lah, secara bertahap metode sentra ini disebarkan melalui pelatihan-pelatihan lanjutan yang dilakukan oleh pemerintah melalui beragam training berkala.

Sekolah Lare Alit pun menggunakan metode sentra ini sejak didirikan tahun 2013. Sampai saat ini banyak orangtua murid merasakan perbedaan sejak anak-anaknya disekolahkan di Lare Alit.

Sumber: Implementasi Metode Sentra oleh M Zakaria Hanafi, MA.Pd

5 Tips Memilih Sekolah Usia Dini (Playgroup atau TK) yang Baik

5 Tips Memilih Sekolah Usia Dini (Playgroup atau TK) yang Baik

Memilih sekolah untuk sang buah hati memang gampang karena saat ini relatif banyak bermunculan sekolah (PAUD) di sekitar kita terutama di kota-kota besar. Namun demikian saking banyaknya pilihan membuat orangtua malah menjadi bingung di mana sebaiknya menyekolahkan anaknya dengan tepat.

  1. Sarana dan Prasarana Sekolah

Sebaiknya sekolah untuk anak usia dini berbentuk rumah, bukan gedung sekolah seperti SD, SMP SMA apalagi gedung kampus universitas. Dengan bentuk sekolah yang homey, anak anak merasa nyaman seperti ada di rumah sendiri. Pilih sekolah usia dini yang suasana ruangannya semirip mungkin dengan rumah. Pastikan fasilitas memperhatikan aspek keamanan, misalnya ada alat pemadam kebakaran, besar jeruji tangga dan letak rak buku yang sesuai. Rasio guru dan anak juga penting, di usia dini pastikan jumlah anak dalam kelas juga tidak terlalu banyak

2. Budaya Sekolah

Pilih sekolah yang baik anak maupun orangtua merasa nyaman dalam suasana kelas maupun di luar kelas. Referensi dari orangtua lain yang sudah menjadi bagian dari komunitas seringkali menjadi sumber informasi berarti. Dari referensi ini kita  akan tahu minimal Apakah sekolah memperhatikan aspek kesehatan (misalnya membiasakan makanan sehat), apakah interaksi antar guru terlihat hangat, anak-anak di usia dini banyak tertawa dan tidak tertekan, semua hal ini bisa digali informasinya.

3. Kurikulum Sekolah

Aspek terpenting yang dibiasakan di usia dini adalah kesiapan belajar. Stimulasi berkait bahasa dan literasi, seperti kebiasaan bercerita, membacakan dan mempercakapkan buku adalah bagian yang esensial dari belajar di usia ini. Selain itu anak perlu dibiasakan dengan rutinitas dan kesepakatan – termasuk mandiri dalam berbagai tugas sehari-hari, berbagi perhatian dan barang dengan orang lain, interaksi dengan berbagai usia (sebaya, lebih kecil dan lebih tua).

4. Kebutuhan Anak

Setiap anak punya sifat bawaan, yang akan mempengaruhi stimulasi yang dibutuhkan. Misalnya ada anak yang tingkat aktivitasnya tinggi sehingga butuh banyak kegiatan bergerak, ada yang lebih sulit beradaptasi sehingga butuh transisi lebih lama saat perpisahan, ada yang lebih mudah terdistraksi sehingga butuh latihan dini untuk konsentrasi.

Pilih sekolah yang programnya sesuai dengan tahapan perkembangan anak, tidak hanya menstimulasi satu aspek, misalnya hanya motorik saja atau hanya emosi saja. Tetapi pastikan juga sekolah memahami kebutuhan anak yang unik dan kesiapannya yang mungkin berbeda dengan teman sebaya.

5. Kebutuhan Orangtua

Salah satu yang paling dibutuhkan orangtua di usia dini adalah dukungan dari lingkungan dan teman sesama orangtua untuk berbagi cerita.

Pilih sekolah yang memfasilitasi proses belajar antar orangtua dan memberi panduan orangtua untuk mempraktikkan apa yang dilakukan di rumah.

Sumber: Najeela Shihab – 9 SALAH KAPRAH TENTANG SEKOLAH USIA DINI

Salah satu sekolah anak usia dini di Bandung yang bisa dijadikan pertimbangan untuk dipilih adalah Sekolah Lare Alit. Sekolah ini memiliki sejumlah kriteria yang memenuhi kriteria di atas.  Sekolah yang terletak di Jl Terusan Jakarta No 214 Antapani ini juga bisa dibilang cukup mudah dicapai karena lokasinya di pusat perumahan di kota Bandung.


Metode pengajarannya menggunakan kurikulum berbasis sentra (BCCT – Beyond Centers and Circle Times) yang dengan baik menstimulasi murid-murid sesuai dengan perkembangannya. Terbukti para “lulusannya” yang sudah sangat siap untuk masuk Sekolah Dasar. Berdasarkan cerita dari para orangtua murid yang pernah memasukkan anaknya di Sekolah Lare Alit, anak-anaknya waktu masuk Sekolah Dasar tidak memiliki hambatan yang berarti untuk penyesuaiannya.

Untuk info lebih lanjut mengenai Sekolah Lare Alit, silakan kunjungi www.larealit.com atau WA di 0858 9024 4000.

Arief