Select Page

Terkadang kita sebagai orangtua/pendidik merasa kesal dengan anak yang melakukan kesalahan dan kemudian memberikan hukuman yang mendidik kepadanya yang menurut kita pantas dan sesuai dengan harapan anak akan mengerti kesalahannya dan tidak akan mengulanginya lagi.

3 Jenis Hukuman Yang Mendididk Untuk Anak

3 Jenis Hukuman Yang Mendididk Untuk Anak

Namun apakah kita sudah mengerti hukuman yang mendidik untuk anak itu seperti apa? Apakah hukuman yang kita berikan sudah sepadan dengan kesalahan yang dilakukan? Akankah anak tidak akan mengulangi kesalahannya jika kita sudah memberikannya hukuman?

Tokoh pendidikan Bapak Ki Hajar Dewantara mengemukakan pendapatnya bahwa dalam memberikan hukuman kepada anak, orangtua/pendidik harus memperhatikan 3 macam aturan.

Berikut adalah 3 jenis hukuman yang mendidik menurut Ki Hajar Dewantara yang perlu kita perhatikan diambil dari buku “Kiat Sukses Menjadi Guru PAUD yang Disukai Anak-anak” oleh Risang Melati:

1. Hukuman Harus Selaras dengan Kesalahan

Misalnya, kesalahan anak memecahkan kaca hukumnya mengganti kaca yang pecah itu saja. Tidak perlu ada tambahan tempeleng atau hujatan yang menyakitkan hati. Jika datangnya terlambat 5 menit maka pulangnya ditambah 5 menit. Itu namanya selaras. Bukan dantangnya terlambat 5 menit kok hukumannya mengitari lapangan sekolah 5 kali, misalnya. Itu namanya hukuman penyiksaaan.

2. Hukuman Harus Adil

Adil harus berdasarkan atas rasa obyektif, tidak memihak salah satu dan membuang perasaan subyektif. Misalnya, siswa yang lain yangmembersihkan ruangan kelas kok ada siswa yang hanya duduk-duduk sambil bernyanyi-nyanyi tak ikut bekerja. Maka hukumannya supaya ikut bekerja sesuai dengan teman-temannya dengan waktu ditambah sama dengan keterlambatannya tanpa memandang siswa mana yang melakukannya.

3. Hukuman Harus Lekas Dijatuhkan

Hal ini bertujuan agar siswa segera paham hubungan dari kesalahannya. Orangtua/pendidik pun harus jelas menunjukkan pelanggaran yang diperbuat siswa. Dengan harapan siswa segera tahu dan sadar mempersiapkan perbaikannya. Pendidik tidak diperkenankan asal memberi hukuman sehingga siswa bingung menanggapinya.

Demikian 3 jenis hukuman yang mendidik untuk anak, semoga kita dapat menerapkannya sesuai dengan porsi dan kondisi anak.Anak pun paham dan sadar akan kesalahannya dan tidak akan mengulanginya di kemudian hari.

Arief