5 Ciri Investasi Bodong

Investasi Bodong
Investasi Bodong

Pernah ditawari untuk ikutan berbisnis/investasi oleh orang lain? Berhati-hatilah! Karena saat ini marak penawaran investasi bodong alias palsu yang hanya ingin mengeruk uang dari anggota tanpa ada bisnis nyata dibelakangnya. Penawaran bisnis investasi bodong ini ada banyak di sekitar kita, mulai dari facebook, twitter bahkan mungkin tetangga sebelah pernah menawarkan kita untuk ikut bergabung.

Berikut adalah 5 ciri investasi bodong:

1. Menjanjikan manfaat investasi/keuntungan yang sangat tinggi

Investasi jenis ini biasanya menawarkan return/keuntungan yang agak “gila-gilaan”, bisa mencapai di atas 50% per tahun. Ada juga yang dibuat seolah-olah keuntungannya wajar, “cuma” 0.5% namun per hari. Jika dicermati itu sama saja dengan 15 % per bulan dan dapat dibayangkan jika disetahunkan.

2. Bersifat berantai atau member get member.

Tentu saja investasi bodong ini membutuhkan banyak member untuk dapat menghidupi kelangsungan bisnis bodong ini. Maka dari itu investasi bodong selalu diciptakan sedemikian rupa agar member harus menarik orang lain agar mau mengikuti bisnis ini.

3. Membawa public figure (orang terkenal)

Ya, investasi bodong biasanya mengundang orang/tokoh terkenal dalam setiap gathering (pertemuan). Hal ini dibuat agar member baru atau calon member percaya dan yakin secara psikologis bahwa bisnis ini seolah-olah memiliki legitimasi yang bagus dengan kehadiran public figure. Sering juga gathering investasi bodong ini diadakan di tempat-tempat yang mewah seperti hotel, resort bagus bahkan di luar negeri untuk meyakinkan calon member.

4. Dikaitkan dengan ibadah/charity

Pernah dengar “manusia membantu manusia”? Investasi dengan modus seperti ini sering menggunakan cara ini untuk menggugah hati calon member untuk bergabung dengan alasan kemanusiaan/keagamaan. Dengan dalih membantu sesama biasanya banyak orang yang berpikir bahwa investasi ini memiliki niat yang baik, padahal itu hanyalah tipuan belaka.

5. Tidak ada investasi nyata.

Investasi jenis ini biasanya tidak memiliki usaha nyata atau barang yang diperjual-belikan. Kalau pun ada, harganya jauh lebih tinggi dengan barang sejenis yang ada di pasaran.

Dengan melihat ciri-ciri di atas kiranya kita dapat lebih mawas diri lagi jika mendapat penawaran investasi/bisnis. Berinvestasilah ke dalam bisnis yang kita pahami dan mengerti peraturannya.

 

Disarikan dari: ReadersDigest

aRief

Financial Planning Enthusiast, Trader, Investor, Interested in Copywriting, Trying Best Effort to be Online Marketer, Owner of Sekolah Lare Alit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *